akhirnya hingga saat ini aku lupa bagaimana rasanya memiliki keluarga yang benar-benar utuh tanpa ada rasa iri dan dengki di dalamnya. apakah aku hanya boleh bermimpi untuk memiliki keluarga seperti itu? hmm mungkin bermimpi seperti itupun aku tak pernah. selama hidupku, hanya beberapa saat saja aku bisa menikmati indahnya bersama keluarga. dulu di waktu kecil aku menikmatinya, namun tak berapa lama setelah itu ibuku pergi meninggalkanku dan keluarga kami. ibuku meninggal ketika aku berumur sekitar 6 tahun. saat sudah beranjak dewasa ini aku baru menyadari betapa naasnya nasibku saat itu. banyak orang menangis, mungkin bukan karena menangisi ibuku yang pergi tapi lebih menangisi nasibku. seorang anak perempuan yang di idam-idamkan selama belasan tahun dan ketika anak perempuan itu sudah hadir di keluarga kami malah ibu keburu dipanggil Allah untuk berada di sisinya. aku tak bisa membayangkan lagi betapa sulitnya hidup tanpa ibuku yang selalu membelaku,mengajariku segala hal yang baik, memberi nasihat, memberi segalanya yang terbaik yang bisa diberikannya. ibuku melahirkanku dengan bertaruh nyawa karena saat itu ibu sakit ketika hendak melahirkanku. badannya mati separoh. benar-benar aku tak bisa membayangkan bagaimana kalau aku berada di posisi ibuku saat itu. mungkin aku tak akan mau meneruskannya. tapi tidak dengan ibuku beliau mempertaruhkan nyawanya demi aku. kini ibuku telah pergi dan tenang bersama Allah disana. aku yakin hal itu. ibuku adalah ibu terhebat yang pernah aku miliki
kini usiaku beranjak dewasa menuju 19 tahun. di umurku sekarang ini aku banyak mengalami cobaan-cobaan yang sangat berat yang mungkin apabila orang lain yang mendapatkan cobaan sepertiku ini tidak akan kuat.
bapak menikah lagi setelah tiga tahn kematian ibuku. awalnya aku benar-benar tidak rela tapi setelah bpak memberi penjelasan-penjelasan,yang saat itu aku belummemahami betul akhirnya aku merelakan bapak menikah lagi. hubunganku dengan ibu tiriku awalnya baik-baik saja. namun, setelah kurang lebih setahun hubungan baik itu merenggang. aku tak tau apa yang menyebabkan hal tersebut. berselang kurang lebih tiga tahun, hubungan baik kami kembali terjalin. belum lama hubungan baik itu terjalin, aku harus jauh dari orang tuaku untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. kami hanya bisa bertemu mungkin sekitar dua bulan sekali. itupun tidak lama hanya sekitar 1 atau 2 minggu. jika aku libur panjang.
bulan juni nanti usiaku genap 19 tahun. dan bulan mei ini aku genap menjomblo selama setahun. sebenarnya tidak masalah buatku meskipun terkadang ada rasa iri pada mereka yang memiliki pasangan yang saling menyayangi. mungkin karena waktu yang lumayan lama tersebut aku lupa bagaimana rasanya di cintai an di sayangi. aku takut jatuh cinta aku takut di sakiti aku takut kalo orang yang aku sayangi ternyata tidak menyayangiku. aku senang mempunyai banyak teman di kampus tapi ada satu teman yang kadang-kadang membuatku sakit hati karena omongannya. dia tidak berpikir, apakah yang dia katakan itu menyakiti perasaan temannya atau tidak. jujur aku sangat sakit hati bila dia membicarakanku. dia laki-laki tapi kata-katanya mungkin lebih menyakitkan dibandingperempuan. aku hanya bisa memendam kemarahanku karena percuma saja ak meladeni. tidak akan ada gunanya.
mungkin cukup ini dulu curahan hatiku. lain kali aku akan mencurahkan isi hatiku lagi :)
Yah, keluarga yang bahagia itu memang dambaan semua insan, happy blogging
BalasHapus